Update Gara-gara Kejadian Berdendang Bergoyang, Pihak Gelora Bung Karno Akan Pilih Pilih EO Yang Akan Menyelenggarakan Acara Cek Disini!

Baca disini artikel tentang Gara-gara Kejadian Berdendang Bergoyang, Pihak Gelora Bung Karno Akan Pilih Pilih EO Yang Akan Menyelenggarakan Acara . Berikut ini artikel tentang Gara-gara Kejadian Berdendang Bergoyang, Pihak Gelora Bung Karno Akan Pilih Pilih EO Yang Akan Menyelenggarakan Acara baca disini.

Kapanlagi.com – Direktur Utama Gelora Bung Karno (GBK), Rakhmadi Afif Kusumo ikut mengomentari kejadian dalam festival musik Berdendang Bergoyang yang tengah viral belum lama ini. Ia mengatakan bahwa ketika mendengar kabar tersebut merasa kecewa karena dirinya mengaku sangat percaya pada event organizer yang sering mengadakan acara di kawasab GBK.

Saat ditemui di GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11) akibat satu kejadian ini, merusak kepercayaannya itu. Oleh karena itu, pihaknya akan pilih pilih EO yang akan menjalankan sebuah konser musik agar kejadian serupa tak terulang.

 

1. Kecewa

“Spesifik soal Berdendang Bergoyang, kami juga merasa sangat kecewa terhadap panitia pelaksana, EO. Kami juga berhubungan baik dengan kepolisian daerah bersama Kapolda, kami juga kedepannya men-training seluruh unit kami walaupun kami sudah memiliki K3 SOP K3,” ungkap Rakhmadi Afif Kusumo.


“Kami juga mengupgrade skill mereka untuk agar lebih baik lagi lebih tegas lagi kepada EO-EO. Kami ke depan juga akan lebih selektif lebih evaluatif mana-mana saja yang bisa masuk di kawasan GBK karena kawasan ini menjadi daya tarik yang sangat-sangat besar, menjadi market kami harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

2. Tingkatkan Skill

Tak hanya itu, terkait izin keramaian, pihak GBK juga sudah bekerjasama dengan Kapolri dan Kapolda agar keamanan dan kenyamanan terjaga. Bahkan Rakhmadi mengatakan telah meningkatkan skill dari tiap karyawan.


“Yang berikutnya mengenai kegiatan ke depannya ini sudah kami melakukan kerjasama bersama Kapolri, Kapolda agar kedepannya crowd management ini menjadi suatu keharusan internal. Kami pun mengupgrade terus skill-skill dengan training crowd,” pungkasnya.

(kpl/irf/frs)