Update 10 Prosesor (Chipset) HP Terbaik di Dunia Tahun 2022 Cek Disini!

Baca disini artikel tentang 10 Prosesor (Chipset) HP Terbaik di Dunia Tahun 2022 . Berikut ini artikel tentang 10 Prosesor (Chipset) HP Terbaik di Dunia Tahun 2022 baca disini.

Jika Anda perhatikan, saat ini di industri mobile, SoC atau lebih dikenal chipset jadi tulang punggung utama sebuah smartphone. Karena itu wajar ketika ada HP baru hadir, yang orang akan lihat adalah chipset apa yang digunakan di HP tersebut. Apakah Anda juga termasuk demikian?

Hal yang wajar sebenarnya memperhatikan chipset terlebih dulu sebelum memutuskan membeli sebuah HP. Chipset bisa dibilang adalah otak dari sebuah smartphone. Jika otaknya saja lambat tentu akan berpengaruh pada cara kerja HP tersebut.

Nah, jika Anda memang mencari HP dengan chipset terbaik, Anda bisa memilih HP yang dibekali salah satu dari 10 chipset ini. Penentuan terbaik ini didasarkan dari nilai Antutu yang didapatkan perangkat yang memakai chipset tersebut. Meskipun Antutu bukan patokan sepenuhnya tetapi nilainya sering jadi indikator kemampuan sebuah chipset dan HP.

Tanpa berlama-lama lagi, berikut urutan chipset terbaik berdasarkan angka benchmark dari ponsel yang memakai chipset tersebut.

1. Dimensity 9200

MediaTek Dimensity 9200

MediaTek memperkenalkan chipset atau SoC (System on Chip) premium pada 8 November 2022. Adalah MediaTek Dimensity 9200 yang diproduksi dengan fabrikasi 4 nm oleh TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company).

Smartphone yang telah terkonfirmasi memakai chipset ini adalah vivo X90 Series. Ada banyak peningkatan yang ditawarkan MediaTek lewat Dimensity 9200. Di antaranya adalah peningkatan kemampuan komputasi dan olah grafis.

MediaTek mengeklaim, Dimensity 9200 memiliki skor single-core dan multi-core yang lebih baik ketimbang pendahulunya, Dimensity 9000. Angka peningkatannya secara berurutan adalah 10% (single-core) dan 12% (multi-core), dengan konsumsi daya yang lebih irit 25%.

Untuk kemampuan olah grafis, ada peningkatan sebesar 32% dibanding Dimensity 9000, tetapi dengan konsumsi daya yang sama. Sumber utama peningkatan kemampuan yang dimiliki Dimensity 9200 terletak pada komponen-komponennya yang serba baru.

Mari kita bahas mulai dari CPU. Konfigurasi tiap klaster yang dipakai identik dengan chipset flagship lainnya, yaitu 1+3+4. Namun, mikroarsitektur yang dipakai kini adalah Cortex X3 (3,05 GHz), Cortex A715 (2,85 GHz), dan Cortex A515 (1,8 GHz).

Lanjut ke unit pengolah grafis alias GPU, Dimensity 9200 adalah chipset pertama yang memakai GPU baru bernama Immortalis-G715. MediaTek tidak mengungkap berapa jumlah execution unit alias core GPU bikinan ARM ini. Yang pasti, GPU ini sudah mendukung teknologi ray tracing berbasis hardware layaknya GPU komputer.

Komponen seperti prosesor AI, prosesor gambar, dan prosesor untuk display tak luput dari pembaruan. MediaTek pun memasang prosesor AI MediaTek APU 690 yang kemampuannya 35% lebih oke dibanding MediaTek APU generasi 5.

Lalu untuk prosesor gambar alias ISP, ada MediaTek Imagiq 890 yang kini mendukung sensor RGBW (Red, Green, Blue, White). Sensor RGBW katanya bikin kemampuan kamera menangkap cahaya 30% lebih bagus. ISP ini mendukung kamera beresolusi hingga 320 MP, dengan rekaman video sampai 8K 30 fps.

Soal prosesor display, MediaTek memasang MiraVision 890 ke dalam Dimensity 9200. Prosesor ini mendukung layar beresolusi Full HD+ dengan refresh rate 240 Hz, atau 2K (WQHD) 144 Hz. Dukungan display port ke layar eksterbal via USB C tentu saja ada. Maksimal bisa menampilkan video 8K.

Beranjak ke dukungan memori, Dimensity 9200 merupakan SoC pertama yang kompatibel dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0. Khusus penyimpanan UFS 4.0, MediaTek juga menyuntikkan teknologi MCQ (Multi-Circular Queue).

Terakhir mengenai konektivitas, terdapat modem internal 5G yang bisa menjangkau sinyal Sub6 maupun mmWave. Selain itu, Dimensity 9200 pun jadi SoC pertama yang mendukung WiFi 7. Dukungan konektivitas lain yang dimiliki si chipset adalah Bluetooth 5.3.

Adapun salah satu sumber menyebut bahwa skor AnTuTu 9 Dimensity 9200 menembus angka 1.265.328. Sementara itu, skor GeekBench 5 yang diraih adalah 1424 pada single-core dan 4471 pada multi-core.

2. Apple A16 Bionic

apple a16 bionic_

Apple A15 Bionic yang jadi andalan di iPhone 13 series tak terkalahkan. Chipset tersebut lahir di 2021. Di 2022, beberapa chipset kelas atas yang jadi dapur pacu HP Android pun, performanya belum mampu melampaui cip tersebut.

“Pembunuh” dari Apple A15 Bionic justru dari Apple sendiri, yakni Apple A16 Bionic. Cip ini diklaim mampu hadirkan kemampuan untuk proses data lebih cepat. Tentu saja peningkatan juga hadir di unit pengolah grafis (GPU). Tidak ketinggalan, Apple menyematkan teknologi AI yang lebih baru di Apple A16 Bionic untuk hasil foto yang lebih baik.

Dari spesifikasi teknis, Apple A16 Bionic masih mengandalkan enam core seperti seri cip sebelumnya. Enam core tersebut terbagi menjadi dua core performa yang bernama “Everest” yang disetel pada frekuensi 3.46 GHz dan enam core efisiensi “Sawtooth” yang punya kecepatan 2.02 GHz.

Apple A16 Bionic dibangun dengan proses fabrikasi TSMC 4 nm. Ini membuat Apple A16 Bionic merajai berbagai tes performa. Hal yang tidak terlalu aneh sebenarnya.

Sebagai perbandingan, Apple A15 Bionic dibangun dengan fabrikasi 5 nm. Apple juga mengklaim jika cip ini mengandung sekitar 16 juta transistor.