Link Gawat, Kasus COVID Omicron Gobal Diprediksi Meningkat Lagi

Come here if you want to read Manhwa Gawat, Kasus COVID Omicron Gobal Diprediksi Meningkat Lagi English Bahasa Indonesia Free Webtoon. Check this article Read Manhwa Gawat, Kasus COVID Omicron Gobal Diprediksi Meningkat Lagi RAW Free until end.

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Kasus positif COVID-19 global harian diproyeksikan meningkat perlahan menjadi sekitar 18,7 juta pada Februari tahun depan dari rata-rata 16,7 juta kasus harian rata-rata saat ini. Hal ini didorong oleh musim dingin di belahan bumi utara, kata peneliti dari University of Washington dalam sebuah analisis, dikutip dari Reuters. 

Menurut laporan tersebut, gelombang infeksi COVID-19 mendatang bakal didorong oleh penyebaran cepat varian Omicron. Kendati demikian, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Universitas Washington mengatakan bahwa peningkatan kasus diperkirakan tidak akan menyebabkan lonjakan kematian.

Diperkirakan bahwa kematian harian global akan mencapai angka rata-rata 2.748 orang pada 1 Februari, dibandingkan dengan sekitar 1.660 saat ini. Pada bulan Februari, kematian lebih dari 11.000 per hari secara global.

IHME memperkirakan bahwa infeksi harian di Amerika Serikat akan meningkat sepertiga menjadi lebih dari satu juta. Lonjakan tersebut didorong oleh siswa yang kembali ke sekolah dan pertemuan dalam Puncak-media.coman terkait cuaca dingin.

Lonjakan di Jerman telah mencapai puncaknya, kata peneliti dalam laporannya pada 24 Oktober. IHME memperkirakan kasus di sana akan turun lebih dari sepertiga menjadi sekitar 190.000 pada Februari. Laporan tersebut menunjukkan bahwa lonjakan COVID baru-baru ini juga sudah terlihat di Jerman yang mungkin disebabkan oleh subvarian Omicron BQ.1 atau BQ.1.1.

“Lonjakan di Jerman mungkin disebabkan oleh subvarian Omicron BQ.1 atau BQ.1.1, dan kemungkinan akan menyebar ke bagian lain Eropa dalam beberapa minggu mendatang,” tambah lembaga itu.

Analisis IHME juga menemukan bahwa subvarian XBB Omicron baru, yang saat ini mendorong lonjakan rawat inap di Singapura, lebih mudah menular tetapi tidak terlalu parah.

“Dampak global XBB diperkirakan akan diredam oleh fakta bahwa orang yang sebelumnya terinfeksi dengan subvarian BA.5 dari Omicron kemungkinan memiliki kekebalan terhadap virus itu,” kata laporan tersebut. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ahli: Omicron Punya Gejala Baru yang Muncul di Malam Hari

(hsy/hsy)